Home arrow Kebijakan arrow Fortifikasi Unicef
Fortifikasi Unicef PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 November 2007
Unicef Jadikan Indonesia Contoh Keberhasilan Fortifikasi Terigu

Kuala Lumpur-RoL -- Unicef menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi negara Asia Timur dan Asia Pasifik mengenai pemerintahan yang mewajibkan industri tepung terigu memasukkan unsur zat besi, vitamin B1 dan b2, asam polat, zat seng, yang sangat penting bagi kesehatan dan kecerdasan anak-anak.

Unicef menampilkan Prof Soekirman, Direktur Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI) dan guru besar di IPB; dan Budianto Wijaya, Vice president PT Indofood Sukses Makmur Tbk, untuk menceritakan pengalaman Indonesia kepada negara-negara lain dalam "1th Regional Flour Fortification Workshop for East & South East Asia", di Subang Jaya, Selangor, Rabu (22/8).

Fortifikasi adalah program memasukan unsur nutrisi dalam makanan atau bahan pokok untuk makanan. Menurut Prof Soekirman, Indonesia sejak zaman Presiden Soeharto atau Orde Baru sudah memiliki kebijakan mewajibkan industri tepung terigu unsur zat besi yang sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan anak-anak.

Tapi kemudian, setelah reformasi di mana ada kebebasan impor tepung terigu dan masyarakat bersikap antipati terhadap PT Indofood yang memonopoli tepung terigu kemudian menimbulkan banyak importir tepung terigu dari mancanegara yang tidak punya program tersebut. Akibatnya, banyak tepung terigu beredar tanpa ada unsur zat besi dan vitamin lainnya.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian meneruskan kebijakan Presiden Soeharto untuk memasukkan unsur nutrisi dalam setiap tepung terigu yang beredar di Indonesia," kata Soekirman.

Budianto Wijaya yang dihadirkan oleh Unicef menjelaskan kepada industri tepung terigu bahwa memasukkan unsur zat besi dan nutrisi lainnya dalam produksi tepung terigu tidak mahal dan tidak membuat harga jual mahal. "Hanya sekitar Rp 2 per bungkus Indomie untuk memasukkan unsur Nutrisi kepada tepung terigu," katanya.

Indofood dulu hanya memasukkan unsur zat besi tapi kini dalam tepung terigunya mengandung pula vitamin B1 dan B2, zat seng dan Vitamin A dan B. "Kami berharap, pemerintah Indonesia dan kalangan pengusaha industri terigu di Indonesia konsisten untuk menjalankan kebijakan pemerintah Indonesia mengenai fortifikasi makanan," katanya.

Oleh karena itu, Unicef menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi negara Asia Timur dan Pasifik pada workshop mengenai fortifikasi tepung terigu di kawasan Asia pasifik yang ke-1 di Kuala Lumpur.

Menurut Unicef, di Asia Timur dan Pasifik, ada 22 juta anak-anak yang kekurangan nutrisi. Unicef memperkirakan 25 persen wanita, dalam usia reproduksi (dapat hamil), dan 17 persen anak-anak di bawah lima tahun di Cina mengalami anemia, sepertiga anak-anak Filipina beratnya di bawah standar, sepertiga anak-anak di Indonesia dan Vietnam mengalami berat badan di bawah standar, dan 38 persen wanita hamil di Malaysia mengalami anemia.

Sumbe: Antara dikutip dari Republika, Rabu, 22 Agustus 2007  16:54:00
 
Next >