|
Written by Administrator
|
Pengembangan
Fortifikasi Pangan di Indonesia
Telah dilakukan studi tentang pengembangan fortifikasi pangan di
Indonesia sejak September 2000 hingga Januari 2001. Studi ini dilaksanakan atas
kerjasama antara Komisi Fortifikasi di Indonesia, UNICEF, Pusat Studi kebijakan
Pangan dan Gizi IPB dan Forum Komunikasi pangan di Indonesia. Lokasi studi
terletak di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa
Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
Studi ini menghasilkan
kesimpulan penting yakni fortifikasi pada beberapa jenis bahan pangan diharapkan
dapat berperan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi mikronutrien di
Indonesia. Disarankan agar bahan pangan pembawa (vechicle) tidak hanya satu
macam, agar hasilnya lebih optimal. Selain fortifikasi iodium ke dalam garam
konsumsi, dan fortifikasi zat besi, seng, thiamin dan asam folat dan MP-ASI
diusulkan pula untuk memfortifikasi gula dan minyak kelapa dengan vitamin A.
Untuk itu perlu dukungan dalam hal kebijakan yang jelas, aspek legal, standard
dan pedoman, monitoring dan evaluasi. (Sumber: www.gizi.net)
|