|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 09 September 2007 |
Pada tahun 1970-an, fortifikasi sudah mulai diperhaikan oleh para pengambil kebijakan di Bappenas. Baru tahun 1989 kebijakan tentang perlunya program fortifikasi dicantumkan dalam Repelita III dan Repelita selanjutnya. Menurut Soekirman (2006), Bank Dunia menyatakan bahwa program fortifikasi adalah program yang paling 'cost effective' diantara berbagai program kesehatan lainnya. Dengan kata lain dengan biaya yang kecil akan didapatkan dampak yang sangat besar.
Tabel 1. Perkiraan biaya satuan program intervensi
|
Jenis Intervensi
|
Biaya per manfaat per tahun (US$)
|
Pendidikan Gizi
|
5.00
|
Suplementasi zat gizi mikro
|
|
- Kapsul iodium
|
0.50
|
- Zat besi (per ibu hamil
|
1.70
|
- Kapsul vitamin A
|
0.20
|
Fortifikasi zat gizi mikro
|
|
- Iodium
|
0.05
|
- Zat besi
|
0.09
|
- Vitamin A
|
0.05-0.15
|
Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
|
70.00-100.00
|
Program berbasis masyarakat (UPGK, Kebun sekolah)
|
5.00-10.00
|
Sumber: Horton (1999) dalam Manila Forum 2000, dikutip dari Soekirman (2006)
|
|
Last Updated ( Saturday, 17 November 2007 )
|