|
Bahan makanan yang dapat difortifikasi |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
Tidak semua makanan dapat difortifikasi untuk tujuan mencegah kekurangan gizi. Hanya makanan tertentu yang memenuhi syarat seperti diungkapkan oleh Soekirman (2006) berikut ini.
Pertama, makanan yang relatif banyak dan terus menerus secara teratur
dimakan oleh masyarakat termasuk masyarakat miskin. Kedua, makanan itu
diproduksi dan diolah oleh pabrik yang terbatas jumlahnya agar mudah
diawasi proses fortifikasinya. Ketiga, tersedia teknologi fortifikasinya untuk makanan yang dipilih. Keempat, makanan tidak berubah rasa, warna dan konsistensi setelah difortifikasi. Kelima, tetap aman dalam arti tidak membahayakan kesehatan. Oleh karena itu program fortifikasi harus diatur oleh undang-undang atau peraturan pemerintah, diawasi dan dimonitor, serta dievaluasi secara teratur dan terus menerus. Keenam, harga makanan tetap terjangkau daya beli konsumen yang menjadi sasaran
|